KEADAAN GEOGRAFIS, PEMERINTAHAN DAN PENDUDUK

  1. 1. Keadaan Geografis

Kenagarian Tujuah Koto Talago dibatasi oleh wilayah di sebelah utara yaitu Jopang – Manganti, Maur Kecamatan Mungka. Di selatan berbatasan dengan Kubang Kecamatan Guguak.  Di timur berbatasan dengan Guguak VIII Koto Kecamatan Guguak dan di sebelah barat berbatasan dengan Limbanang Kecamatan Suliki . Luas daerah  21,0 kilometer persegi atau seluas 21.000 hektar.  Dari luas tersebut 279 hektar merupakan tanah persawahan, 185 hektar tambak, 150 hektar kebun, 765 hektar tanah kering,  dan sisanya merupakan tanah perbukitan yang belum  dimanfaatkan.

Dataran Tujuah Koto Talago secara geografis terdiri atas wilayah perbukitan bergelombang di Padang Kandi, Sipingai dan wilayah pedataran di Talago, Tanjung Jati, Koto Kociak, Ampang Gadang dan Padang Japang. Daerah perbukitan di Padang Kandi, Sipingai dan sebagian daerah Tanjung Jati merupakan deretan perbukitan yang dihiasi dengan lembah-lembah dan sungai yang mengalir bagaikan ular. Ketinggian daerah berkisar antara 500 – 600 meter di atas permukaan laut.  Di antara Padang Japang, Koto Kociak dengan Padang Kandi, Sipingai terdapat lembah memanjang yang subur, bantaran sungai Batang Sinamar. Sumber daya alam berupa daerah perbukitan, lembah dan sungai, sawah nan batumpak-tumpak, ladang nan babidang-bidang adalah potensi ekonomi yang tak ternilai,  sebagai sumber ekonomi anak nagari.

Jarak dari Talago Ibu Nagari Tujuah Koto Talago ke Dangung-Dangung Ibu kota Kecamatan 2,0 km, dan ke Sarilamak Ibukota Kabupaten 21,0 km, serta ke Padang  Ibu Kota Propinsi 141,0 km.

Jarak dari Talago ke Koto Tinggi Ibu Kota PDRI tahun 1948-1949 sejauh  23 km..

 

 

 

 

 

Gbr 3.1. Lembah subur bantaran  Batang Sinamar

 

 

 

 

 

Gbr. 3.2  Daerah perbukitan- bukit Nian yang belum dimanfaatkan secara maksimal

 

  1. 2. Pemerintahan

Kenagarian Tujuah Koto Talago dipimpin oleh seorang Wali Nagari, yang dipilih langsung oleh masyarakat.  Masa pemerintahan Wali Nagari lima tahun. Wali Nagari dibantu oleh Sekretaris Wali dan beberapa orang perangkat nagari. Badan Musyawarah Nagari (BAMUS) beranggotakan wakil-wakil dari setiap jorong sebagai  “legislatif” pemerintahan nagari. Anggota BAMUS seluruh Tujuah Koto Talago sembilan orang dimana Tanjung Jati dan Koto Kociak masing-masing diwakili oleh dua orang anggota BAMUS karena penduduknya lebih banyak dibanding dari jorong lain.

Wali Nagari Tujuah Koto Talago sejak zaman Belanda antara lain yaitu Tunus Dt. Bandaro, Syahadut Dt. Bandaro Hitam. Zaman itu sebutan Wali Nagari  ialah Datuk Kapalo biasa  dipanggil dengan Tuak Palo. Selanjutnya Wali Nagari antara lain Dt. Tan Emas, Dileh dan Pian serta Zawasi Salim. Pada era Babaliak ka Nagari Wali Nagari Tujuah Koto Talago adalah          Drs. Syaiful Bardi, dan Drs. Hasbi.

Nagari Tujuah Koto Talago terdiri atas tujuh Jorong yaitu Talago, Tanjung Jati, Ampang Gadang, Padang Japang, Koto Kociak, Padang Kandi, dan Sipingai. Setiap jorong dipimpin oleh Wali Jorong dan dibantu oleh Sekretaris Jorong.

Wali Nagari dan Wali Jorong dapat honor dari pemerintah seadanya, yang memadai untuk hidup seminggu.

  1. 3. Penduduk

Jumlah penduduk Tujuah Koto Talago pada tahun 2010 yaitu 9.015 jiwa yang terdiri dari 4.246 jiwa laki-laki dan 4.769 perempuan. Jumlah Kepala Keluarga 2.587 KK. (Data Potensi Nagari 2010).

Perbandingan penduduk laki-laki dan perempuan tahun 2006 (sex ratio) 86. Kepadatan penduduk per kilometer persegi yaitu 437. Jumlah rumah tangga sebanyak 2.479 buah. Kepadatan penduduk per rumah tangga 4.  Jumlah Rumah Tangga Miskin 531 buah.   (BPS 50 Kota 2007)

Mata pencaharian penduduk beragam yaitu sebagai petani (1928 orang), pedagang/wiraswasta (1.449 orang), pegawai negeri/ABRI (517 orang), peternak (1.529 orang) dan lain-lain 3.291 orang.

Penduduk yang dikategorikan menurut tingkat pendidikan yaitu SD 1.533 orang, SLTP 973 orang, SLTA 1.616 orang, D3,  127 orang dan Sarjana 423 orang. Penduduk menurut kedudukan dalam adat yaitu Pucuk Adat 4 orang, Penghulu 251 orang, Dubalang 35 orang, Manti 34 orang dan Malin. (Data Potensi Nagari 2010)

Penduduk asal Tujuah Koto Talago yang berada di Jakarta dan sekitarnya tidak kurang dari 1250 KK.      (H. Suherman 2003).

Berdasarkan data dari kantor Wali Nagari VII Koto Talago penduduk per jorong dapat diperhatikan pada Tabel 1.

Tabel 1 Keadaan Penduduk Setiap Jorong

No JORONG PENDUDUK (Jiwa)
1 Talago 932
2 Tanjung Jati 1194
3 Ampang Gadang 887
4 Koto Kociak 1103
5 Sipingai 673
6 Padang Kandi 718
7 Padang Japang 981
  Jumlah 6488
     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gbr. 3.3  Peta Nagari Tujuah Koto Talago

 

 

 

 

 

 

BAGIAN 4

KEADAAN SOSIAL

  1. 1. Pendidikan

Berdasarkan data tahun 2006 diketahui jumlah  Sekolah Negeri dan Swasta di Tujuah Koto Talago yaitu  PAUD 5 buah, Taman Kanak-Kanak 7 buah, SD 10 buah, SLTP 4  buah,  SMU / Aliyah 3 buah.

Setiap Jorong mempunyai sebuah sekolah dasar negeri dan di Jorong Ampang Gadang, Koto Kociak dan Tanjung Jati terdapat tambahan SD Inpres sehingga jumlah SD seluruh Tujuah Koto Talago 10 buah. Sekolah setingkat SMP/Tsanawiyah terdapat di Ampang Gadang dan di Padang Japang.  Sekolah/Madrasah  Aliyah Negeri terdapat di Padang Japang.

Di samping itu di Jorong Padang Japang terdapat pesantren Darul Funun Abbasiyah dan Madrasah Tarbiyah Tabek Gadang. Pesantren Darul Funun Abbasiyah yang didirikan Syeikh Abbas Abdullah ini sangat berjaya di  tahun 1920-1942-an. Para santrinya tidak hanya berasal dari Sumatera Barat tetapi juga berdatangan dari berbagai daerah di seluruh Sumatera, bahkan juga ada yang datang dari Malaysia dan Thailand.

Sekolah Nahdatun Nisaiyah di Padang Japang, Sekolah Tarbiyah Perti di Tabek Gadang. Sekolah Tarbiyah Perti ini diasuh oleh Syeikh Abdul Wahid.    (H. Suherman 2003).

Sejak Ulama Besar yang memimpin pesantren tersebut meninggal dunia,  pesantren-pesantren  ini mulai menurun populeritasnya. Namun demikian dewasa ini pesantren Darul Funun mulai bangkit kembali.

Pendidikan Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) dan MDA terdapat di setiap Jorong untuk pendidikan anak-anak  setingkat SD. Jumlah muridnya beragam di setiap TPA/MDA. Pada TPA A’liman Sholihan Padang Japang tahun 2010 muridnya berjumlah 80 orang. Masa belajar lima hari seminggu. Belajar sore hari mulai dari pukul 15,00 – 17.00 WIB. Biaya pendidikan dari  swadaya masyarakat.

Pada masa Bupati Drs. H. Amri Darwis, SA,  honor guru-guru TPA/MDA,  dapat bantuan sebesar Rp. 75.000,-/bulan untuk guru TPA dan Rp. 100.000,-/bulan bagi guru-guru MDA.

Di Koto Kociak terdapat satu prasarana pendidikan berupa Training Center yang dikelola oleh warga.

Kesadaran masyarakat Tujuah Koto Talago akan pentingnya pendidikan sangat tinggi. Walau sesusah apapun hidup namun anak-anaknya tetap disekolahkan. Ibaratnya biar makan sulit tetapi belanja anak sekolah tetap diprioritaskan, sehingga anak nagari banyak yang berhasil dalam bidang akademis.

Menurut catatan Wali Nagari VII Koto Talago, penduduk yang berdomisili di kampung yang berpendidikan S1= 423 orang, D3= 127 orang, SLTA = 1616 orang, SLTP = 973 orang dan SD = 1553 orang. Sisanya adalah anak-anak yang masih belum sekolah, dan dalam sekolah dan kuliah.  Penduduk Tujuah Koto Talago tidak ada yang buta huruf.

Dari nagari ini dapat dicatat,  tidak kurang  dari tujuh orang profesor, tiga  jenderal, puluhan kolonel/letkol,  ratusan doktor, dokter, insinyur, ahli pertanian, ahli pendidikan, pengusaha dan lain-lain. Mereka tersebar di berbagai rantau di seluruh nusantara.

  1. 2. Kesehatan

Berdasarkan data tahun 2006 (BPS 50 Kota 2007) diketahui jumlah  sarana kesehatan Puskesmas 1 buah, Pustu 3 buah, Posyandu 13 buah , dan Polindes 5 buah. Puskesmas terletak di Padang Kandi.

Data jumlah tenaga kesehatan yaitu Dokter Umum 1 orang , Dokter Gigi 1 orang, Perawat Gigi 1 orang , Bidan 3 orang, Bidan Desa 7 orang, lain-lain 11 orang. Jumlah kunjungan ke Puskesmas pada tahun 2006 sebanyak 1.138 orang.

 

  1. 3. Tempat Ibadah dan Qurban

Di seluruh Tujuah Koto Talago terdapat delapan buah  mesjid,  dan 23 buah musalla/surau. Di setiap Jorong terdapat satu mesjid, kecuali di Koto Kociak terdapat dua mesjid. Menurut adat di setiap jorong hanya boleh ada  satu mesjid jami’. Namun demikian atas kesepakatan anak nagari khusus di Koto Kociak diadakan dua mesjid jami’. Satu mesjid di Pincuran Tujuah di daerah perbatasan antara Koto Kociak dengan Padang Japang dan satu lagi di Jonjang 12, perbatasan antara Koto Kociak dengan Limbanang. Mesjid Jonjang 12,  sekarang tak digunakan lagi sebagai mesjid jami’.

Mesjid termegah yang dibangun terakhir berada di Padang Kandi. Pembangunannya dimotori oleh anak nagari ini DR. Aslim Tajuddin mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia. Sebelumnya mesjid yang terindah adalah mesjid di Congkong Koto Kociak yang pembangunannya dimotori oleh H. Anwar Z.A (alm).

Hewan kurban pada tahun 2006 berupa sapi sebanyak 204 ekor dan kambing sebanyak 4 ekor. Banyaknya jumlah kurban bervariasi setiap tahun. Tahun 2010 jumlah kurban di Talago 25 ekor sapi, di Padang Kandi 20 ekor sapi. Padang Japang 34 ekor sapi. Sipingai 9 ekor sapi.  Tanjung Jati 46 ekor sapi. Ampang Gadang 25 ekor.  Angka kurban di atas  menggambarkan tingkat ketaatan beragama warga anak nagari dan keberhasilan ekonomi.

  1. 4. Prosentase Suara dalam Pemilu

Jumlah pemilih warga Tujuah Koto Talago dalam Pemilu 2009 yakni 6883 orang dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 24 buah. TPS tersebut yaitu:

  • Talago                         = 3 buah
  • Tanjung Jati                = 4 buah
  • Ampang Gadang         = 3 buah
  • Padang Japang           = 4 buah
  • Koto Kociak                 = 4 buah
  • Padang Kandi             = 3 buah
  • Sipingai                       =  3 buah

Prosentase suara untuk Pemilu (2009) yakni        60 %. Jumlah pemilih warga Tujuah Koto Talago dalam Pilkada 2010        yakni 6674 orang dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 17 buah. Prosentase suara untuk Pilkada 2010 yakni 55 %.

 

  1. 5. Kelompok Tani

Sumber kehidupan masyarakat Tujuah Koto Talago umumnya bertumpu pada  pertanian. Di Tujuah Koto Talago terdapat tiga kelompok GAPOKTAN. Jumlah kelompok tani di Tujuah Koto Talago seperti berikut.

  • Talago                         = 3 buah
    • Tanjung Jati                = 2 buah dan          Kelompok Wanita Tani 2 buah
    • Ampang Gadang         = 4 buah
    • Padang Japang           = 4 buah
    • Koto Kociak                 = 6 buah
    • Padang Kandi             = 3 buah
    • Sipingai                       =  2 buah

 

 

 

 

 

Gbr. 4.1 Kelompok tani BAS di Anduring Koto Kociak bersama anggota DPD Sumbar Ir. Riza Pahlevi

Kelompok tani BAS Koto Kociak didirikan tahun 2007 beranggotakan 27 orang. Kelompok tani ini mengembangakan pertanian serba organik seperti kakao, pisang, terung dan sayuran lainnya di lahan perkebunan kelompok.

Kelompok tani Jonjang 12 Koto Kociak lebih mengembangkan lahan-lahan tidur di bantaran sungai Batang Sinamar untuk pertanian padi.  Kelompok ini juga sudah berhasil membangun Jalan Tani sepanjang kurang lebih 2 km. Jalan Tani diperlukan untuk menunjang transportasi pengangkutan hasil produksi, pengangkutan pupuk dan sebagainya.

Kelompok tani SARASO di Padang Japang yang beranggotakan 17 orang menggarap lahan sekitar 14,5 hektar untuk pertanian padi.

Di Padang Kandi terdapat 3 Kelompok Tani yaitu Kelompok Tani Suka Maju yang dipiompin oleh Eka Wahyudi. Kelompok tani ini beranggotakan 23 orang. Dewasa ini dapat bantuan bergulir uang tunai             Rp. 30.000.000,- untuk pengolahan lahan pertanian ubi kayu  seluas 10 hektar. Kelompok tani lain di Padang Kandi yaitu Kelompok Tani Pengolahan Hasil “Super Ganefo” yang didirikan pada tahun 2008 yang dipimpin oleh Dasril Anwar. Kelompok Tani Pito yang dipimpin oleh Adrizal bergerak di bidang perkebunan. Kelompok tani didirikan setahun yang lalu.

 

  1. 6. Penerima Raskin

Dalam seminar Peranan YBKT dalam Menggerakkan Potensi Rantau untuk membantu Anak Nagari VII Koto Talago yang diselenggarakan di Jakarta tanggal 17 Januari 2007 diungkapkan oleh Ny. Elda yang mewakili Wali Nagari VII Koto Talago  bahwa keluarga miskin di Tujuah Koto Talago berjumlah 533 KK  dari 2000 KK yang berdomisili di Tujuah Koto Talago.  Berdasarkan data yang dihimpun dari Kantor Wali Nagari Tujuah Koto Talago penerima Raskin (Beras Miskin) untuk Juni  2010 adalah seperti Tabel 2.

Tabel 2  Penerima Raskin

No JORONG JUMLAH

(orang)

1 Talago 60
2 Tanjung Jati 69
3 Ampang  Gadang 45
4 Koto Kociak 80
5 Padang Japang 79
6 Padang Kandi 60
7 Sipingai 69

 

This entry was posted in Sejarah 7 Koto. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s