POTENSI DAN PELUANG INVESTASI AGRIBISNIS

  1. 1. Babaliak ke Nagari

Dulu, tatkala Undang-Undang N0. 5/1979 tentang Pokok-pokok Pemerintahan Desa diberlakukan  terdapat tujuah nagari di VII Koto Talago. Kemudian ketika Sumbar mencanangkan kembali ke Pemerintahan Nagari dengan Perda Sumbar No. 9/2000 (pemerintahan terendah pengganti pemerintahan desa) sebagai bentuk otonomi daerah maka Tujuah Koto Talago kembali menjadi satu kesatuan tingkat Nagari dengan tujuh jorong di dalamnya. Kenagarian  VII Koto Talago dikepalai oleh seorang Wali Nagari yang dipilih langsung oleh masyarakatnya.

Di zaman Belanda dengan peraturan Inlandsche Gemeente Ordonnantie Buitengewesten (IGOB) stbl.1938 jo stbl 1938 No. 681 Tujuah Koto Talago merupakan satu kesatuan Nagari yang dikepalai oleh Datuk Kapalo atau dikenal dengan Tuak Palo. (Panitia Pembangunan Kantor Wali Nagari (2010).

Kini setelah Tujuah Koto Talago menjadi Kanagarian, salah satu dari  nagari-nagari yang ada di Kabupaten 50 Kota, bertekad  pula membangun ekonomi  kerakyatan dengan menggali potensi  nagari.

Kehidupan masyarakat Tujuah Koto Talago sesungguhnya bertumpu pada sektor pertanian, perkebunan,  dan peternakan.

 

 

  1. 2. Mubes VII Koto Talago di Ampang Gadang 1991

Dalam Musyawarah Besar Pembangunan Nagari VII Koto Talago yang diselenggarakan pada tanggal 25 Desember 1991 di Ampang Gadang, bersepakat untuk  membangun Nagari VII Koto Talago. Terdapat lima ketetapan dalam musyawarah tersebut yakni bidang pembangunan fisik (jalan, jembatan, irigasi, bangunan listrik, air bersih), bidang pembangunan mental-rohani, bidang pembangunan sosial-ekonomi dan bidang pembangunan kepemudaan, serta bidang penghimpunan dan pengelolaan dana.

Proyek pembangunan fisik yang diusulkan menjadi proyek yang dibiayai pemerintah antara lain:

  1. Penggantian jembatan Tanjung Ipuh, penghubung Koto Kociak dan Sipingai-Padang Kandi.
  2. Penggantian jembatan Talago-Kubang.
  3. Peningkatan mutu jalan simpang Talago ke Congkong Koto Kociak sepanjang dua kilometer.
  4. Perbaikan jalan dari Koto Kociak ke Jembatan Tanjung Ipuh sepanjang 1,50 kilometer.
  5. Perbaikan jalan dari Jembatan Tanjung Ipuh ke Padang Kandi sepanjang 3,0 kilometer.
  6. Perbaikan jalan dari Jembatan Tanjung Ipuh ke Sipingai  sepanjang 3,0 kilometer.
  7. Penambahan saluran induk PAM dari Tanjung Ipuh ke Sipingai dan Padang Kandi.
  8. Pembangunan baru instalasi listrik tegangan tinggi ke Sipingai dan pemerataan aliran listrik ke jorong-jorong lainnya.
  9. Pengendalian daya rusak Batang Sinamar.

10.  Pembangunan irigasi Batang Simun.

11.  Perbaikan jalan dari Ekor Parit – Ampang Gadang – Ketinggian Dangung-Dangung.

Proyek pembangunan fisik yang diusulkan dengan bantuan dana gabungan Bandes se VII Koto Talago yaitu:

  1. Perbaikan jalan samping mesjid Talago ke samping mesjid Ampang Gadang terus ke Pajak Congkeh Padang Japang sepanjang 2,0 kilometer.
  2. Perbaikan jalan lingkar dari Sipingai ke Padang Kandi sepanjang 8,0 kilometer.
  3. Rehabilitasi balai adat.

Proyek pembangunan fisik dengan bantuan dana swadana masyarakat yaitu:

  1. Pembebasan tanah untuk pembangunan SMP di Ampang Gadang, pembangunan Tower Telepon di Padang Japang.
  2. Pengadaan gedung Balai Latihan Kerja di salah satu jorong dalam VII Koto Talago( usulan Bpk. Ismail Hasan SH.)
  3. Membantu rehabilitasi Gedung Tsanawiyah Tobek Godang, Pesantren Darul Funun Padang Japang, TPA/MDA di setiap jorong, Islamic Center Koto Kociak, dan mesjid serta mushalla yang belum selesai.

Sebagian besar ketetapan Musyawarah Besar Pembangunan Nagari VII Koto Talago yang diselenggarakan 25 Desember 1991 tersebut telah terlaksana dengan baik pada masa pemerintahan Bupati dr. Alis Marajo tahun 2000 – 2005 dan masa pemerintahan Bupati Drs. H. Amri Darwis, SA, MM tahun   2005 – 2010.

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 3. Prasarana dan sarana

1). Listrik, komunikasi  dan transportasi

Sebagian besar masyarakat di seluruh Tujuah Koto Talago dewasa ini sudah menikmati listrik. Tercatat sumber energi dan penerangan dari PLN dinikmati oleh 2.221 KK, genset pribadi 103 KK, dan yang masih menggunakan minyak tanah/kayu bakar 1.511 KK.   Di Sipingai kini sedang dilakukan peningkatan tegangan listrik.

Prasarana komunikasi telepon juga sudah menjangkau rumah penduduk di seluruh jorong. Pembangunan tower telepon di Padang Japang sehingga komunikasi telepon dapat menjangkau seluruh jorong berkat  jasa anak nagari Padang Japang Adrizal Adnan yang pernah  menjadi Kandatel Sumbar.

Seiring perkembangan zaman enam tower mobile telepon        (3 buah di Talago, 1 buah di Koto Kociak, 2 buah di Padang Kandi) telah dibangun dan beroperasi untuk prasarana  komunikasi. Sekarang via telepon genggam masayarakat sudah dapat berkomunikasi sampai ke pelosok-pelosok perbukitan Sipingai dan Padang Kandi.

Untuk berkomunikasi via prasarana telepon umum di Tujuah Koto Talago  telah tersedia wartel 5 unit,  warnet 9 unit, dan telepon umum 1 unit.

 

 

 

 

 

 

 

 

Gbr. 5.1 Jalan tani di Baruah Kunci ke Kubu, Tanjung Jati  yang sedang dalam pelaksanaan

 

 

 

 

 

 

 

Gbr. 5.2 Jalan tani di baruah Jorok Koto Kociak

 

Prasarana transportasi, seperti jalan negara dari Talago-Tanjung Jati, dengan hotmix,  jalan kabupaten  Padang Japang-Koto Kociak, Ampang Gadang-Koto Kociak, dan Koto Kociak- Sipingai/Padang Kandi juga berhotmix. Jalan lingkungan antara jorong dan di dalam jorong sebagian besar juga telah dibangun dengan sistem Max Adam.

Di seluruh Tujuah Koto Talago tercatat jalan aspal sepanjang 14,97 kilometer, jalan kerikil 13,7 kilometer dan jalan tanah sepanjang 15 kilometer.

Pembangunan jalan kabupaten dan jalan lingkungan, serta pembangunan  sumber daya air    yaitu:

  1. Pembangunan jalan lingkungan  samping mesjid Talago-samping mesjid Ampang Gadang-Pajak Congkeh Padang Japang, jalan lingkungan Ampang Gadang – Anduring Koto Kociak, jalan lingkungan mesjid Pincuran Tujuah, jalan lingkungan gerbang mesjid Padang Japang-Tampua, jalan lingkungan  di Sipingai, jalan lingkungan di Tanjung Jati.
  2. Pembangunan jembatan beton Tanjung Ipuh. (2010).
  3. Pembangunan jalan lingkar lobuah-lobuah dari Simpang Telekom Padang Japang ke tepi Batang Sinamar dan Padang Kandi ke Batang Sinamar.  Jika terdapat  jembatan maka  jalan antara Padang Japang ke Padang Kandi melintasi Batang Sinamar  akan tersambungkan.
  4. Pembangunan embung Lubuk Pinawea Sipingai.
  5. Pembangunan  kincir air besi untuk irigasi di berbagai lokasi di Batang Sinamar Koto Kociak, Padang Kandi dan Padang Japang.
  6. Penyudetan sungai Batang Sinamar dari Tanjung Ipuh Koto Kociak – Padang Japang.
  7. Pembuatan krib bronjong di sekitar jembatan Tanjung Ipuh dan di sungai di hilir Jembatan Tanjung Ipuh.
  8. Pembangunan prasarana fisik di Tanjung Jati cukup tinggi antara lain jembatan Kubu yang dikerjakan secara swadaya senilai                   Rp.100.000.000,-. Pembangunan jalan pertanian di Kubu senilai Rp. 250.000.000,- dengan biaya PPIP, peningkatan jalan Limbak senilai            Rp. 20.000.000 yang dikerjakan secara swadaya. Di samping itu juga dibangun TPA A’RAF Labuah Silang sinilai Rp. 80.000.000,- yang dikerjakan secara swadaya. Dan Pondok Lansia senilai lebih dari Rp. 40.000.000,- yang dikelola oleh kaum wanita.

Prasarana olah raga di seluruh Tujuah Koto Talago seperti  lapangan sepak bola 4 buah, bulu tangkis/GOR 7 buah dan lapangan volley 7 buah.

2).  Pemanfaatan Sumber Daya Air

Pembangunan prasarana irigasi desa,  untuk penyediaan air irigasi dengan kincir air  bahan besi tipe Pusair di sepanjang aliran Batang Sinamar  daerah Koto Kociak, dan Padang Japang telah diperkenalkan sejak tahun 2006. Pembangunan kincir air bahan besi tipe Pusair  dibangun sebagai pilot project oleh Pusat Litbang Sumber Daya Air. Tipe ini dikembangkan oleh Prof. Erman Mawardi dan Drs.Sofyan Dt. Majo Kayo peneliti di Puslitbang Sumber Daya Air Kementerian PU. Tipe ini kemampuan pengambilan airnya lebih besar yaitu sekitar  10-12  l/detik sepuluh kali lipat kincir air tradisional. Lebih tahan terhadap bahaya banjir.

Kincir air tipe ini selanjutnya dikembangkan pula pembangunannya oleh Dinas Tanaman Pangan dn Holtikultura 50 Kota di beberapa lokasi di sepanjang Batang Sinamar daerah Koto Kociak dan Padang Japang.

Sedangkan pembangunan kincir air tradisional bahan bambu sudah ada di daerah ini sejak ratusan tahun  lalu. Sampai saat ini kincir air tradisional  masih banyak dijumpai dan beroperasi di aliran Batang  Sinamar daerah Koto Kociak dan daerah lainnya di kabupaten ini.

Kincir air tradisional tidak saja bisa digunakan untuk penyediaan air irigasi, air kolam ikan  tetapi juga untuk energi penumbuk padi.  Ahli pembuat kincir air tradisional bahan bambu diwariskan secara turun temurun dari nenek moyang ke generasi sekarang.

 

 

 

Gbr. 5.3

Gbr. 5.3  Kincir air tipe Pusair dibangun di Batang Sinamar ruas Padang Japang ( kiri). Kincir air tradisional yang masih digunakan hingga kini yang banyak dijumpai di daerah Koto Kociak ( kanan)

 

 

 

 

 

 

 

 

Gbr. 5.4  Embung  Lubuk Pinawea di Batang Simun Sipingai untuk konservasi lahan

Embung Lubuk Pinawea Sipingai  yang berfungsi sebagai konservasi lahan juga difungsikan sebagai perairan untuk perikanan. Berbagai jenis ikan dilepas ke kolam embung. Pada akhir tahun 2010 ikan-ikan yang ada di kolam embung akan dilomba pancingkan. Warga pesukuan yang berhak mengelola tanah ulayat ini berhak mendapat sepertiga bagian dari hasil embung. Begitulah perjanjian di awal pembangunan embung ini.

Bendung Galogah yang membendung Batang Galogah di Sipingai dimanfaatkan airnya  untuk mengairi lahan  sawah  seluas 77 hektar.

Di sepanjang baruah Padang Japang sampai ujung  mudiak Koto Kociak terdapat sumber mata air yang cukup potensial. Di Koto Kociak air mata airnya terkenal dengan sebutan  air pincuran tujuah yang debitnya mengalir sepanjang musim.  Air dari mata air ini adalah satu peluang untuk industri air mineral.

Di Tanjung Jati daerah Baruah Kunci telah dibangun  prasarana untuk penyediaan air irigasi semi teknis oleh Pemerintah Daerah dengan dana APBD senilai     Rp. 89.000.000,-

Batang Namang yang mengalir melintasi Tanjung Jati dan Talago telah dimanfaatkan untuk pemeliharaan ikan larangan yang dikelola oleh masyarakat

 

.

3). Potensi Sumber Daya Air

Potensi sumber daya air di kawasan Tujuah Koto Talago cukup besar. Sungai Batang Sinamar mengalir sepanjang tahun meliwati Jorong Koto Kociak, Padang Japang, dan Padang Kandi. Perbedaan tinggi muka air banjir dan kemarau sekitar 2,0 m yang menandakan bahwa daerah aliran sungai (DAS)  sudah pada tahap kritis. Air sungai ini dimanfaatkan untuk air irigasi dengan bangunan air dengan kincir air. Dulu air sungai Batang Sinamar pernah dimanfaatkan untuk penyediaan  air baku,  air bersih di Tanjung Ipuh.  Potensi Batang Sinamar di beberapa ruas Sipingai dan Koto Kociak dimanfaatkan material dasarnya sebagai bahan galian golongan C seperti pasir dan kerikil.

Anak sungai Batang Sinamar yaitu Batang Simun dan Batang Galogah mengalir di daerah Sipingai, Batang Namang sungai kecil mengalir di Tanjung Jati, Talago dari Limbanang ke Guguak. Di daerah aliran sungai Batang Simun telah dibangun Embung Lubuk Pinawae untuk konservasi lahan dan untuk perikanan. Di samping itu Batang Simun kini juga dimanfaatkan untuk sumber air bersih bagi penduduk Sipingai. Aliran Batang Simun juga dimanfaatkan untuk embung di daerah Guntuang bagian hulu Lubuk Pinawea.                    Batang Namang yang mengalir di daerah Tanjung Jati, Talago dan bermuara ke Batang Lampasi belum dimanfaatkan.  Musim kemarau tidak ada alirannya.  Sungai kecil di Baruah Kuncia  airnya dimanfaatkan untuk air irigasi desa.

4).  Air Bersih

Tantangan dalam penyediaan air bersih di Tujuah Koto adalah terbatasnya penyediaan air bersih oleh PAM. Dulu terdapat Perusahaan Air Bersih Kecamatan. Sumber airnya dari Batang Sinamar di Tanjung Ipuh.  Penyediaan air bersih tersebut telah lama rusak dan tidak beroperasi. Kini banyak anak nagari dalam menyediakan air bersihnya dari sumur dalam, sumur dangkal dan dari Penampungan Air Hujan (PAH).

Sumber air baku untuk  air minum, tercatat dari sumber mata air 454 buah, sumur dangkal 1.047 buah, sumur dalam  492 buah  dan PAH 155 buah.

Untuk penyediaan air bersih di Sipingai kini dibantu oleh Bank Dunia. Dana yang dikucurkan oleh Bank dunia sebesar Rp. 192.500.000,-. Dana pendamping dari masyarakat sebesar  Rp.11.000.000,-.  Air baku diambil dari sumbernya dengan intake di  Lubuk Pinawea atas sekitar 2 kilometer di hulu bendungan Lubuk Pinawea bawah. Air disalurkan dengan pipa utama sebesar   2“ sampai jalan raya Sipingai sejauh 5.600 meter. Pengerjaan pemasangan saluran utama dan pembuatan bak air serta perlengkapannya dilakukan secara gotong royong yang dikoordinir oleh LKM (Lembaga Keswadayaan Masyarakat).  Air bersih ini dapat memasok kebutuhan air rumah tangga penduduk sebanyak 200 rumah tangga.

Pemasangan jaringan dari pipa utama ke rumah penduduk menjadi kewajiban  konsumen.

5).   Kantor Wali

Wali Nagari Tujuah Koto Talago berkantor dengan memanfaatkan kantor KUD. Ruangannya  sempit dan kurang layak sebagai kantor pelayanan masyarakat. Ruangan yang ada yaitu satu ruangan Wali, satu ruangan Sekretaris wali dan perangkat nagari dan satu ruangan lagi untuk rapat kecil. Kantor Wali Nagari yang dulu yang berlokasi di sebelah Balai Adat Talago dibakar Belanda zaman agresi kedua tahun 1949.

Sumber daya manusia yang menjadi ujung tombak nagari ini yaitu Wali Nagari, Sekretaris Wali, Kepala Urusan tiga orang dan staf umum seorang.

Untuk melaksanakan roda pemerintahan yang baik dan mempunyai prasarana perkantoran yang memadai dewasa ini sedang dirancang untuk membangun kantor wali nagari yang lebih baik di bekas kantor wali yang terbakar.  Kantor berlantai II. Lantai I ukurannya 8,0 m x 12,0 m dan lantai II dengan ukuran yang sama. Teras dengan ukuran 6 x 4,0 m.  Luas total kantor 216  meter persegi. Dalam rangka pembangunan kantor wali nagari ini telah terbentuk panitianya yang berkedudukan di Talago dan di Jakarta yang diketuai oleh H. Hanif Dt. P. Kayo mantan camat di Jakarta yang mengabdikan masa pensiunannya untuk kemajuan nagari.

Pembangunannya dengan bantuan anak nagari,  perantau dan sumando Tujuah Koto Talago yang bertebaran di saentereo nusantara. Rencana anggaran biaya pembangunan Kantor Wali Nagari yang baru sekitar Rp. 450.000.000,- Tidak lama lagi insyaAllah Kantor Wali Nagari Tujuah Koto Talago yang modern, megah dan tercelak  akan  berdiri di Talago.

Kantor Wali Jorong terdapat di setiap jorong. Kantor Wali Jorong Tanjung Jati dan Kantor Wali Jorong Padang Kandi adalah yang terluas dan terbaik dibandingkan dengan kantor wali jorong yang lainnya. Kantor Wali Jorong Padang Kandi mempunyai fasilitas ruang untuk pertemuan/rapat, ruang kantor, parkir  dan beberapa ruang fasilitas lainnya.

Kantor wali jorong yang lain kecuali Kantor Wali Jorong Tanjung Jati tidak sebagus kantor Wali Jorong Padang Kandi, tetapi cukup memadai sebagai prasarana untuk menjalankan roda pemerintahan.

 

 

 

 

 

 

Gbr. 5.5 Kantor Wali Jorong Tanjung Jati

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gbr. 5.6 Rencana Kantor Wali Nagari VII Koto Talago

 

 

 

 

 

 

 

Gbr. 5.7 Kantor Wali Nagari VII Koto Talago yang memanfaatkan kantor KUD

 

  1. 4. Peluang Investasi Agribisnis

1).   Tanaman Perkebunan

(1). Kakao

Di seluruh jorong dalam nagari dijumpai tanaman kakao. Anak nagari berlomba-lomba menanam tanaman ini  karena harga buah kakao tersebut cukup baik. Luas tanaman kakao di Jorong Tanjung Jati lebih dari 25 hektar, sedangkan di jorong lain belum terdata.

Satu batang pohon kakao yang baik dapat berbuah maksimal 65 buah sekali panen. Setiap 20 buah basah bisa menghasilkan 1 kg buah kering. Jadi 1 batang pohon kakao dapat menghasilkan 3 kg buah kering. Di pasaran harga  buah coklat per kilonya berkisar antara  Rp.20.000,- sampai Rp.25.000.- Jadi 1 batang pohon kakao dapat menghasilkan      3 kg x Rp. 20.000,- = Rp. 60.000,- Untuk  1 hektar lahan dapat ditanam 750 batang pohon kakao dengan ukuran 4 x 4 meter. Dengan demikian untuk luas lahan 1 hektar dapat menghasilkan uang dari pohon kakao sejumlah    Rp. 45.000.000,- sekali panen. Sebuah peluang usaha pertanian yang cukup menjanjikan.  Peluang lain investasi di bidang ini yaitu pembangunan pabrik pengolah bijih coklat menjadi bubuk  coklat.   Potensi pasar bisa domestik dan ekspor. Di Kabupaten 50 Kota sentra produksi kakao 57,35 %.

 

 

 

 

 

 

 

Gbr. 5. 8  Tanaman kako di perkebunan Kelompok Tani  BAS Koto Kociak

 

 

 

 

 

 

 

Gbr. 5  9 Buah coklat di pangkal dan di batang akan menghasilkan buah yang berkualitas baik

 

(2). Karet

Tanaman pohon karet banyak ditanam di daerah perbukitan Sipingai sampai perbukitan Padang Kandi. Luas areal tanaman belum terdata dengan pasti. Tanaman karet dari Sipingai telah banyak  menghasilkan getah. Tidak kurang dari satu ton getah  per bulan  hasil dari pohon karet daerah  Sipingai telah dijual dan menghasilkan uang. Harga getah Rp. 12.000,- per kilogram di tempat.

Lahan perbukitan di Sipingai yang sangat potensial untuk penanaman karet berupa tanah ulayat  pesukuan. Tanah ulayat  berupa pusako tinggi di perbukitan Sipingai tidak saja menjadi hak pakai  warga Sipingai tetapi banyak juga dari warga suku-suku lain di Tujuah Koto terutama dari Koto Kociak, Tanjung Jati, dan Talago.

Potensi lahan untuk penanaman karet di Sipingai masih luas. Yang menjadi kendala pengembangan penanaman pohon karet adalah sumber daya manusia, modal dan kemaun. Jika potensi pohon karet ini lebih dikembangkan maka akan dapat lebih mensejahterakan rakyatnya.

Potensi penanaman karet di Sipingai jika ditunjang jalan dari Sipingai ke kebun karet akan memperoleh keuntungan yang lebih baik.  Karena itu masyarakat Jorong Sipingai merencanakan jalan dari daerah Juwea ke Torok, Luak Borang terus ke Lurah Kapeh daerah perkebunan karet. Prasarana jalan lingkar yang ada melewati Sipingai dari  Andiang menuju Taeh belum menyentuh semua kebun karet.

Pengembangan produk karet untuk ban, industri pakaian, komponen elektronik, furniture dan proses produksi lainnya. Potensi pasar karet bisa domestik dan ekspor.

(3). Kelapa

Tanaman kelapa merupakan tanaman anak nagari Tujuah Koto sejak dulu kala. Di seluruh jorong dalam nagari dijumpai tanaman kelapa.  Luas tanaman kelapa di setiap jorong tidak diketahui dengan pasti. Di Kecamatan Guguk tanaman kelapa terdata (2006) seluas 1.022,0 hektar, dengan produksi sebanyak 720 ton dan produktivitas sebanyak 0,70 ton/hektar.

Pengembangan produk kelapa dapat menjadi kelapa segar, kopra, kelapa bubuk, kelapa kaleng, minyak kelapa. Potensi pasar bisa domestik dan ekspor. Sumbangan tanaman kelapa  cukup besar terhadap kegiatan ekonomi.

Dulu sekali, sampai tahun 1955 negeri ini dikenal sebagai penghasil minyak kelapa terbaik dan terkenal di Sumatera Barat. Kemasyhuran minyak kelapa  atau yang lebih populer disebut    “Minyak Manih Talago”  terutama disebabkan oleh rasanya yang gurih dan aromanya yang sedap. Minyak Talago tidak hanya dipasarkan di kota-kota Sumatera Barat, tetapi juga memasuki pasar-pasar di seluruh Propinsi Riau, Jambi dan bahkan sampai ke Sumsel dan Sumut. Dengan industri minyak manih ini ditambah dengan hasil produksi  pertanian lainnya kehidupan anak nagari cukup sejahtera waktu itu. Kini industri Minyak Manih Talago tinggal kenangan.

Kelapa juga dijadikan simbol kehidupan dan kesejahteraan anak negeri. Setiap ada pernikahan marapulai laki-laki harus membawa dua bibit kelapa ke rumah anak daro wanita. Begitu juga dalam mendirikan rumah. Bibit kelapa selalu digantungkan di tiang tuo.  Hal ini menandakan bahwa kelapa dianggap sebagai sumber kehidupan, dan sumber ekonomi.

Kendala terbesar terhadap hasil buah kelapa ialah hama tupai. Keganasan hama tupai terhadap buah kelapa tidak tanggung-tanggung. Mumbang sebagai putik kelapa dimakannya. Sabut kelapa tua digigitnya sehingga isi kelapa menjadi rusak. Yang paling banyak tentu buah kelapa yang dilubangi sehingga menjadilah “karambia dek tupai” . Kerugian  ekonomi dari buah kelapa yang dirusak  hama tupai  cukup besar. Jika di satu jorong ada 1000 ekor tupai dan satu ekor tupai memakan satu buah kelapa dan satu buah coklat sehari dengan harga kelapa Rp. 700,- dan coklat Rp. 800,- maka kerugian warga jorong ini setiap hari menjadi 1000 x (Rp. 700,- + Rp. 800,-) = Rp. 1.500.000,- Jika sebulan kerugian akibat hama tupai akan menjadi   30 x Rp. 1.5000.000,- = Rp. 45.000.000,- Kerugian dalam setahun bisa mencapai Rp. 540.000.000,- Jika dihitung untuk Tujuah Koto Talago yang mempunyai tujuah jorong maka kerugian yang diderita akibat hama tupai menjadi 7 x Rp. 540.000.000,- =         Rp. 3.780.000.000,- ( H.B.Dt. Linjuang Putiah, 2007)

Pada pertengahan  tahun 2010 telah dilakukan pembasmian hama tupai secara besar-besaran di seluruh jorong dalam nagari Tujuah Koto. Tidak kurang dari 5700 ekor  tupai mati ditembak. Pembasmian tupai dilakukan dengan mengerahkan penembak-penembak jitu. Setiap tupai yang mati dihargai Rp. 2.500,- per ekor.  Perburuan tupai berhenti karena dana honor penembak tupai telah habis dan di sebagian jorong penembak sudah enggan berburu karena tupai lah coliah sehingga harga perlu dinaikkan. Perburuan hama tupai belum selesai karena masih banyak sekali yang masih tersisa.

Perantau Gonjong Limo Bandung ikut memberikan hadiah berupa sebuah  telepon genggam  bagi penembak yang paling banyak hasil tembakannya se-tujuah koto dan sejumlah  uang tunai kepada seluruh penembak.  Perantau Padang Japang Jakarta  IKP   juga memberikan hadiah  senapan angin kepada penembak dengan hasil tembakan  tupainya di  urutan  nomor dua.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gbr. 5.10  Pohon kelapa dengan buahnya yang telah tampak karena hama tupai telah berkurang (Foto November 2010)

(4). Kayu manis

Tanaman kayu manis  merupakan tanaman anak nagari Tujuah Koto sejak lama. Namun karena harga kulit manis kering  sudah rendah nilainya sekitar Rp. 3000,- per kilogram  maka pengembangan penanaman kayu manis sudah tidak diminati. Tanaman kayu manis yang ada dewasa ini sudah diganti dengan tanaman kakao.

Di Kecamatan Guguk tanaman kayu manis terdata (2006)  seluas 124 hektar, dengan produksi sebanyak 92 ton dan produktivitas sebanyak 0,74 ton/hektar.

(5). Durian dan duku

Tanaman durian dan duku  adalah sebuah peluang besar. Potensi tanaman durian dan duku  di Jorong Tanjung Jati dan Sipingai sudah terkenal sejak lama.

Duku atau yang terkenal dengan sebutan garondan dari Sipingai dipasarkan tidak saja di kabupaten ini tetapi dijual juga sampai ke Riau. Jika musim garondan tiba maka berton-ton garondan diangkut ke pasar. Garondan Sipingai cukup manis yang setara dengan duku Palembang sehingga banyak diminati masyarakat. Hasil garondan cukup mensejahterakan masyarakatnya.

Durian dari Tanjung Jati rasanya enak dan lezat dan sudah terkenal sejak dulu kala. Buahnya tidak ada yang dipetik melainkan menunggu jatuh.  Jika musim tiba,  maka masyarakat dari daerah lain banyak berdatangan ke Tanjung Jati untuk mencari buah yang harum ini.  Di tanam di berbagai porak di jorong ini. Kini pohon durian di Tanjung Jati telah banyak yang tua dan perlu diremajakan.

Pohon durian juga dapat dijumpai di jorong lain seperti di  Talago, Ampang Gadang,  Sipingai, Koto Kociak dan Padang Japang dalam jumlah batang yang tidak banyak.

 

 

 

 

 

 

 

 

Gbr. 5.11 Pohon durian yang sedang berbuah di Koto Kociak (2010)

2).  Tanaman Pangan dan Holtikultura

(1). Jagung

Tanaman jagung adalah sebuah peluang besar. Potensi pasar jagung terutama untuk industri pakan ternak, dan industri makanan. Jagung jenis bibit unggul telah mulai dikembangkan di sawah-sawah sepanjang bantaran sungai Batang Sinamar Jorong Koto Kociak, Padang Japang, Padang Kandi dan Sipingai.

Di Tujuah Koto luas dan produksi jagung belum terdata dengan pasti. Di Kecamatan Guguk tanaman jagung  terdata (2006) seluas 160 hektar, dengan produksi sebanyak 1040 ton dan produktivitas sebanyak 6,50  ton/hektar.

(2). Cabei

Penanaman cabei atau yang biasa disebut dengan lado merupakan  peluang agribisnis yang sangat menjanjikan. Potensi pasar cabei adalah untuk dikonsumsi segar, cabei kering dan lain-lain. Cabei ditanam  di sawah-sawah sepanjang bantaran sungai Batang Sinamar dan di daerah perbukitan Sipingai dan Padang Kandi.

Di Tujuah Koto luas dan produksi cabei belum terdata. Di Kecamatan Guguk tanaman cabei   terdata (2006) seluas 22 hektar, dengan produksi sebanyak 164,56 ton dan produktivitas sebanyak 7,48  ton/hektar.

Pada akhir  2009 penulis mengunjungi tanaman cabei jenis popai di perbukitan Sipingai. Panjang buahnya mencapai 40 cm. Tinggi batangnya hampir setinggi orang atau sekitar 150 cm.  Pak Erwin Ketua Kelompok Tani di Sipingai yang menanam cabei jenis popai di sebidang kebunnya bisa menghasilkan Rp.10.000.000 satu musim. Keadaan tanaman cabei popai  dapat dilihat pada foto berikut.

Pada November 2010, penulis juga mengunjungi kebun cabei di daerah Jorok  Koto Kociak. Luas kebun cabei sekitar 2 hektar. Tanaman cabei jenis popei.   Kendalanya adalah penyakit keriting daun.

 

 

 

 

 

 

 

Gbr. 5.12 Hamparan Cabei Popei sekitar 2 hektar di Baruah Jorok Koto Kociak

 

 

 

 

 

 

 

Gbr. 5.13  Buah cabei Popei yang menunjang ekonomi masyarakat di Baruah Jorok Koto Kociak

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gbr. 5.14 Cabei  popai  sepanjang 50 cm ditanam di perbukitan Sipingai. Pengembangan cabei popai dapat meningkatkan kesejahteraan  masyarakat

(3). Padi

Tanaman padi di Tujuah Koto merupakan tanaman utama sebagai sumber ekonomi. Lahan persahawan di Tujuah Koto Talago cukup luas yang terhampar di sepanjang kanan dan kiri Batang Sinamar mulai dari Padang Japang, Padang Kandi, Koto Kociak dan Sipingai. Sawah juga menghampar di baruah  Tanjung Jati dan Talago sampai perbatasan Kubang.

Usaha untuk meningkatkan produksi padi telah dilakukan dengan cara intensifikasi, dan penanaman dengan metode SRI (System Rice of Intensification) yang dikenalkan penulis di Padang Japang.  Penanaman padi dengan sistem SRI yang dilakukan oleh Azis Rosehan di baruah Talago telah berhasil meningkatkan produksi padi dari sekitar 3 ton per hektar menjadi sekitar 7 ton/hektar. Ia telah mencoba sejak tahun 2005. Di  Padang Japang Penanaman padi dengan metode SRI telah dilakukan Zar sejak tahun 2005 dan telah berhasil meningkatkan produksi padi menjadi sekitar 6 ton per hektar.

Peluang usaha penanaman padi  organik yang dapat dijual dengan harga tinggi sedang dirintis dengan mencari hamparan lahan sekitar lima hektar  untuk pilot project. Permasalahan penanaman padi organik adalah pengadaan pupuk organik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gbr. 5.15  Padi dengan penanaman metode SRI umur 2 bulan dengan jumlah anak produktif 68 batang satu rumpun

(3). Ubi Kayu

Di Tujuah Koto luas dan produksi ubi kayu belum terdata. Di Kecamatan Guguk produksi ubi kayu sebanyak 345,23 ton dan produktivitas sebanyak 11,9  ton/hektar.

Satu rumpun ubi kayu bisa menghasilkan 5 kilogram ubi.  Satu hektar lahan bisa ditanam  8.000 batang. Harga ubi kayu tahun 2010 sekitar  Rp.  Rp. 2000,- per kilogram. Jadi satu hektar lahan bisa menghasilkan uang sejumlah Rp. 80.000.000,- Dewasa ini di Padang Kandi sedang dicoba menanam ubi kayu seluas 10 hektar. Penanaman ubi kayu dibantu pemerintah dengan modal Rp. 30.000.000,-. Sampai akhir tahun 2010 lahan yang tergarap baru satu hektar. Kendalanya keadaan tanah perbukitan yang cukup keras dan alat pengolah tanah (traktor) yang tidak memungkinkan menggarap karena tanah miring.

Ubi kayu yang telah dipanen dimanfaatkan untuk pembuatan keripik Ganefo dan kerupuk ubi.        Kebutuhan ubi kayu di Padang Kandi sebanyak 120 ton / bulan. Untuk menutupi kekurangan bahan baku ubi kayu ini maka didatangkan dari luar Tujuah Koto Talago terutama dari Balubuh dan lain-lain.

Luas lahan di perbukitan Padang Kandi yang masih” tidur” dan belum tergarap seluas sekitar 150 hektar.

(4). Pisang

Di Tujuah Koto Talago, hampir di seluruh jorong dijumpai pohon pisang. Pisang adalah tanaman yang menunjang perekonomian masyarakat. Dari pohon pisang tidak saja dijual buahnya tetapi juga daunnya. Satu tandan buah pisang dijual seharga Rp. 18.000,- dan satu palopah daun pisang bisa dijual seharga Rp. 1000,-. Untuk luas lahan satu hektar dapat ditanami pohon pisang sekitar 350 batang. Pohon pisang juga digunakan sebagai pohon pelindung tanaman coklat.

Dulu, pisang batu dari VII Koto Talago sangat banyak. Kini telah habis dimakan hama yang belum diketahui penyakitnya. Sentra produksi pisang di 50 Kota sebesar 41, 38 %. Total produksi pisang Sumbar sebesar 52.295 ton.

 

 

 

 

 

Gbr. 5.13 Pisang salah satu hasil pertanian  anak nagari sebagai penyumbang hasil pertanian Sumbar.

  1. 5. Perikanan dan Perternakan

Usaha perikanan dan perternakan di Tujuah Koto Talago akhir-akhir ini menunjukkan kemajuan. Telah  ditebar ikan mujair di kolam seluas 25 hektar, dan  ikan nila di kolam seluas 30 hektar.

Usaha budidaya perternakan yang dicatat dari Data Potensi Nagari 2010 dapat dilihat pada   Tabel 3.

Tabel 3  Usaha Perternakan

No Jenis Ternak Jumlah (ekor)
1 Ayam ras petelor 114.900
2 Puyuh 17.347
3 Itik 11.750
4 Kambing 225
5 Sapi/kerbau 1.885
6 Ayam buras 29.568

6 Lembaga Keuangan

1). Badan Amil Zakat (BAZ) Padang Japang

Di Jorong Padang Japang sudah beroperasi Badan Amil Zakat yang dimotori oleh H. Irwan Suhendri. Dana zakat, infaq, dikumpulkan dari muzzaqi hamba Allah perantau dan dari orang-orang di kampung. Tahun 2010 terhimpun zakat, infaq sejumlah Rp. 43.000.000,- (empat puluh tiga juta rupiah). Dana tersebut disalurkan kepada yang berhak untuk yang bersifat produktif, pendidikan dan untuk konsumtif. Bantuan induk sapi secara bergilir adalah penyaluran zakat yang bersifat produktif. Setelah sapi beranak, maka anaknya bagi yang memelihara dan induknya diberikan kepada warga lain. Begitulah seterusnya. Penyaluran zakat lain adalah untuk modal berniaga seperti membuka pajak makanan, warung barang harian, dan sebagainya.

 

Gbr. 5.14

BAZ Pd. Japang

 

 

 

2). Koperasi

Untuk menunjang perekonomian di Tujuah Koto terdapat sejumlah koperasi yaitu Koperasi Unit Nagari 2 unit, Koperasi Simpan Pinjam  6 unit dan Kelompok Simpan Pinjam 31 buah.

Koperasi Unit Nagari (KUN) di Tanjung Jati sampai saat ini  sudah beranggotakan 1560 orang. Jumlah modal lebih dari  lumayan yaitu Rp. 1.650.000.000,- (satu milyar enam ratus lima puluh juta rupiah).  Unit usaha yang dilakukan adalah wartel, Rice Miling Unit (RMU), waserda, warnet, jasa angkutan, potong sapi, kolektor listrik, telepon dan air bersih.

Di Padang Kandi terdapat tiga Kelompok Simpan Pinjam Perempuan.   Kelompok ini dapat dana segar dari pemerintah yaitu  Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Bantuan yang diberikan untuk simpan pinjam yaitu sebesar        Rp.60.000.000,  dan  Rp.60.000.000,- serta   Rp. 30.000.000, –  untuk masing-masing kelompok. Jumlah anggota  per kelompok yaitu 54 orang, 32 orang, dan 23 orang.

3). Keuangan  Mikro Nagari

Lembaga keuangan mikro di Kanagarian Tujuah Koto Talago  adalah BKMN ( Badan  Keuangan  Mikro Nagari).  Dibentuk tahun 2008 yang dipimpin oleh Dt. Linjuang Sati. Modalnya Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta rupaiah).  Anggota senagari Tujuah Koto Talago sejumlah 400 orang. Pinjaman  untuk usaha  rumah tangga, dan usaha ekonomi lemah. Sistemnya adalah tanggung renteng.  Pinjaman per orang antara Rp. 2.000.000.- sampai Rp. 5.000.000,-   Sampai saat ini peminjam masih antri menunggu giliran.

  1. 1. Industri Rumah Tangga

Sentra industri kecil dan industri rumah tangga  di Tujuah Koto Talago cukup  besar. Tercata industri kecil 68 unit, industri perabot 86 unit, dan sulaman / bordir 72 unit dan industri makanan / minuman  137 buah.

Industri rumah tangga yang cukup maju  yaitu produksi Keripik Ganefo di Padang  Kandi, pembuatan kue di Tanjung Jati, pembuatan rendang talua, rendang ubi dan sebagainya di Ampang Gadang dan Koto Kociak, dan pembuatan bordir di Talago dan di Padang Japang.

Pembuatan keripik Ganefo di Padang Kandi  cukup produktif,  sehingga bahan baku pembuatan keripik tersebut kekurangan. Tidak kurang dari lima buah tempat  pembuatan keripik yang ternama dan 44 buah tungku  pembuatan keripik yang tidak bernama.  Untuk mencukupi bahan bahan baku ubi kayu sedang digalakkan penanaman ubi kayu di berbagai porak di saentereo Tujuah Koto. Terutama di perbukitan Padang Kandi.

Industri rumah tangga   di Tanjung Jati yang terutama adalah pembuatan kue. Tercatat usaha pembuatan kue bolu 4 buah, usaha kue  kering 2 buah,  usaha roti bakar 4 buah,   makanan ringan dan kerupuk 1 buah.  Pemasarannya untuk kawasan Sumbar dan sebagian dikirim ke daerah  Riau.

Usaha rumah tangga lain di Tanjung Jati adalah usaha peternakan ayam petelor, dan ayam pedaging, kelompok perikanan ikan larangan, dan usaha penggemukan sapi, dan usaha poultry shop sebanyak 3 buah. Usaha ini cukup membantu menunjang perekonomian masyarakat.

Pembuatan rendang talua, ubi, daging dan lainnya dari Ampang Gadang dan jorong lainnya di Tujuah Koto cukup potensial dan menjanjikan. Pemasarannya tidak saja untuk daerah ini tetapi kebanyakan dikirim ke luar daerah seperti Jakarta. Dan juga ada pemesanan untuk bekal pergi haji ke Mekkah.

Untuk menunjang pemasaran hasil industri tersebut terdapat pasar sebanyak 2 buah, dan pajak / toko 87 buah.

Tantangan industri rumah tangga ini adalah peningkatan pemasaran, dan pengemasan yang lebih bagus.

This entry was posted in Sejarah 7 Koto. Bookmark the permalink.

One Response to POTENSI DAN PELUANG INVESTASI AGRIBISNIS

  1. adekputrachaniago says:

    bpk terima atas tulisan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s